Entri Populer

Senin, 12 Maret 2012

INI KISAHKU




Aku buka upik abu atau pun si buruk rupa. Aku Cuma perempuan biasa yang tak ingin di lebih-lebihkan. Pernahkah kalian berfikir apa yang sedang aku rasakan? Aku tau, untuk apa kalian berfikir, peduli saja tidak. Aku ini selalu ada di anatara kalian semua, tapi kenapa hanya mereka yang kalian banggakan, yang kalian puja, yang kalian bias ajak tertawa, yang mungkin menjadi wanita idaman kalian.
Aku suka kamu. Kamu laki-laki yang bias membuat hatiku aku berdegup kencang. Tapi, kamu sudah buat aku sakit hati, bahkan tidak Cuma sakit hati. Lebih dari itu aku merasa tak ada di dunia ini. Aku tau kamu tidak pernah menganggap aku ada. Bahkan kamu inginkan aku lenyap dari dunia ini. Mungkin bagi kamu aku bukan pilihan, bukan idaman, bukan yang rupawan. Tapi aku perempuan yang mencintai kamu dengan tulus. Tak pernah aku merasa bangga jika suatu saat aku bias memilikimu. Aku Cuma inginkan kamu tuk memiliki hati aku ini. Tapi aku tau, semua itu tak mungkin. Kamu bilang aku tak sempurna, tapi aku bias mencintai kamu dengan cara yang sempurna.
Kalau aku bias memilih, aku ingin terlahir menjadi perempuan yang kamu cintai. Bukan menjadi yang tercantik, yang terpandang, bahkan yang terpuja. Bisakah kamu mengerti semua itu?
Aku yang mencintaimu dengan tulus, aku yang selalu memikirkanmu, memandangimu, yang selalu ingin tersenyum sama kamu. Kenapa kamu tidak pernah mau menggap perasaan aku, bahkan membalasnya.
Sahabat? Siapa sahabatku? Mereka semua palsu. Aku tak hanya ingin sosok teman, sahabat, kalau itu semua aku bias mencarinya di mana pun. Yang aku inginkan kesetian, pengertian dari “sahabat”, sahabat yang selalu ada untukku, sahabat yang selalu membela sahabatnya. Tapi aku tak pernah dapatkan itu. Disaat aku punya masalah, mereka bilang “maaf aku gak mau ikut campur”. Itukah sahabatku? Disaat aku bercerita, dia membeberkan semuanya. Pantaskah aku untuk mempercayainya?
Tuhan, mengapa hidup ini begitu sulit untuk aku jalani? Apa salahku Tuhan? Aku mohon tolong kuatkan aku, hatiku sudah terlalu sakit. Penghinaan, cemooh, cibiran, ditusuk dari belakang, dan penghinaan semua sudah aku rasakan. Tolong aku Tuhan. Aku ingin beristirahat.
Terkadang aku merasa benci pada diri dan hidupku sendiri. Bolehkah aku seperti itu Tuhan? Aku takut akan murkaMu Tuhan. Tapi hati ini sudah terlalu sakit. Sakit sekali Tuhan… aku yakin Kau bias mendengarnya.
Tuhan, jika aku terlahir dalam keadaan seperti ini, aku syukuri. Karna aku yakin, Kau punya rencana yang sangat besar untuk hidupku nanti. Tapi mengapa? Tak ada seorang pun laki-laki yang mau mencintaiku. Seburuk itukah aku? Hingga mereka lebih memilih perempuan cantik yang tinggi, memiliki rambut indah, yang bias membuat mereka bangga. Aku ingin di cintai Tuhan. Bagaimana pun juga aku pantas untuk dicintai.
Pernah aku mencintai seseorang. Menurutku dia begitu sempurna, meski ku tau kesempurnaan hanya milikMu. Dia begitu indah, membuatku selalu terbayang wajahnya. Yang membuatku mengerti apa itu perjuangan. Aku berjuang untuk mendapatkan cintanya. Tapi, tetap saja. Sekeras apa pun aku mencoba, dia tetap tak mau memilihku. Apa ada yang salah denganku Tuhan? Apa karna aku tak cantik? Tak memiliki banyak harta? Atau mungkin tak pantas untuknya?
Aku mencintaimu, aku ada di sini, sedang memandangimu, memperhatikanu, menjagamu diam-diam. Kenapa aku hanya angin lewat untukmu? Hey… aku ada di sini. Kenapa kamu tidak menyadarinya. Mungkin inilah rasanya, rasa suka pada dirimu. Sejak pertama aku mencari tau semua tentangmu. Senyuman manismu itu buat aku berharap. Aku hanya ingin kamu tau, aku mencintaimu. Sangat…
Mencintai seseorang belum tentu bahagia. Iya, itulah aku. Kapan aku bias seperti mereka? Yang tak perlu perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkan cinta dari seseorang. Berjuang, itu sudah menjadi bagian dalam hidupku.
Aku bukan upik abi atau si buruk rupa. Aku akan buktikan pada mereka bahkan pada dunia. Aku ini orang yang selalu ingin mencintai seseorang dengan caraku, meski tak sempurna. Ak akan buktikan pada kalian semua, aku bisa lebih dari yang kalian fikir. Aku bisa lebih dari kalian semua, suatu saat aku akan membalikan keadaan. Agar kalian rasakan, seperti apa jadi aku. Kalian kuat atau tidak, itu urusan kalian. Aku tidak akan pernah peduli. Aku akan membuat kalian menyesal mengabaikan aku, membuang aku, tak menggapku, menghinaku. Aku menulis ini saat aku sedang merasakan semua itu. Sudah banyak air mata yang jatuh saat ku tuliskan semua isi hatiku ini. Dengan nafas yang tersendat, hati yang penuh dengan rasa sakit dan benci, bahkan dendam. Semoga kalian yang membaca, bisa instropeksi diri. Bagaimana cara menghargai orang lain jika kalian ingin dihargai. Cara memperlakukan orang dengan baik hingga tak ada hati yang tersakiti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar