Aku
buka upik abu atau pun si buruk rupa. Aku Cuma perempuan biasa yang tak ingin
di lebih-lebihkan. Pernahkah kalian berfikir apa yang sedang aku rasakan? Aku
tau, untuk apa kalian berfikir, peduli saja tidak. Aku ini selalu ada di
anatara kalian semua, tapi kenapa hanya mereka yang kalian banggakan, yang
kalian puja, yang kalian bias ajak tertawa, yang mungkin menjadi wanita idaman
kalian.
Aku
suka kamu. Kamu laki-laki yang bias membuat hatiku aku berdegup kencang. Tapi,
kamu sudah buat aku sakit hati, bahkan tidak Cuma sakit hati. Lebih dari itu
aku merasa tak ada di dunia ini. Aku tau kamu tidak pernah menganggap aku ada.
Bahkan kamu inginkan aku lenyap dari dunia ini. Mungkin bagi kamu aku bukan
pilihan, bukan idaman, bukan yang rupawan. Tapi aku perempuan yang mencintai
kamu dengan tulus. Tak pernah aku merasa bangga jika suatu saat aku bias
memilikimu. Aku Cuma inginkan kamu tuk memiliki hati aku ini. Tapi aku tau,
semua itu tak mungkin. Kamu bilang aku tak sempurna, tapi aku bias mencintai
kamu dengan cara yang sempurna.
Kalau
aku bias memilih, aku ingin terlahir menjadi perempuan yang kamu cintai. Bukan
menjadi yang tercantik, yang terpandang, bahkan yang terpuja. Bisakah kamu
mengerti semua itu?
Aku
yang mencintaimu dengan tulus, aku yang selalu memikirkanmu, memandangimu, yang
selalu ingin tersenyum sama kamu. Kenapa kamu tidak pernah mau menggap perasaan
aku, bahkan membalasnya.
Sahabat?
Siapa sahabatku? Mereka semua palsu. Aku tak hanya ingin sosok teman, sahabat,
kalau itu semua aku bias mencarinya di mana pun. Yang aku inginkan kesetian,
pengertian dari “sahabat”, sahabat yang selalu ada untukku, sahabat yang selalu
membela sahabatnya. Tapi aku tak pernah dapatkan itu. Disaat aku punya masalah,
mereka bilang “maaf aku gak mau ikut campur”. Itukah sahabatku? Disaat aku
bercerita, dia membeberkan semuanya. Pantaskah aku untuk mempercayainya?
Tuhan,
mengapa hidup ini begitu sulit untuk aku jalani? Apa salahku Tuhan? Aku mohon
tolong kuatkan aku, hatiku sudah terlalu sakit. Penghinaan, cemooh, cibiran,
ditusuk dari belakang, dan penghinaan semua sudah aku rasakan. Tolong aku
Tuhan. Aku ingin beristirahat.
Terkadang
aku merasa benci pada diri dan hidupku sendiri. Bolehkah aku seperti itu Tuhan?
Aku takut akan murkaMu Tuhan. Tapi hati ini sudah terlalu sakit. Sakit sekali
Tuhan… aku yakin Kau bias mendengarnya.
Tuhan,
jika aku terlahir dalam keadaan seperti ini, aku syukuri. Karna aku yakin, Kau
punya rencana yang sangat besar untuk hidupku nanti. Tapi mengapa? Tak ada
seorang pun laki-laki yang mau mencintaiku. Seburuk itukah aku? Hingga mereka
lebih memilih perempuan cantik yang tinggi, memiliki rambut indah, yang bias
membuat mereka bangga. Aku ingin di cintai Tuhan. Bagaimana pun juga aku pantas
untuk dicintai.
Pernah
aku mencintai seseorang. Menurutku dia begitu sempurna, meski ku tau
kesempurnaan hanya milikMu. Dia begitu indah, membuatku selalu terbayang
wajahnya. Yang membuatku mengerti apa itu perjuangan. Aku berjuang untuk
mendapatkan cintanya. Tapi, tetap saja. Sekeras apa pun aku mencoba, dia tetap
tak mau memilihku. Apa ada yang salah denganku Tuhan? Apa karna aku tak cantik?
Tak memiliki banyak harta? Atau mungkin tak pantas untuknya?
Aku
mencintaimu, aku ada di sini, sedang memandangimu, memperhatikanu, menjagamu
diam-diam. Kenapa aku hanya angin lewat untukmu? Hey… aku ada di sini. Kenapa
kamu tidak menyadarinya. Mungkin inilah rasanya, rasa suka pada dirimu. Sejak
pertama aku mencari tau semua tentangmu. Senyuman manismu itu buat aku
berharap. Aku hanya ingin kamu tau, aku mencintaimu. Sangat…
Mencintai
seseorang belum tentu bahagia. Iya, itulah aku. Kapan aku bias seperti mereka?
Yang tak perlu perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkan cinta dari
seseorang. Berjuang, itu sudah menjadi bagian dalam hidupku.
Aku
bukan upik abi atau si buruk rupa. Aku akan buktikan pada mereka bahkan pada
dunia. Aku ini orang yang selalu ingin mencintai seseorang dengan caraku, meski
tak sempurna. Ak akan buktikan pada kalian semua, aku bisa lebih dari yang
kalian fikir. Aku bisa lebih dari kalian semua, suatu saat aku akan membalikan
keadaan. Agar kalian rasakan, seperti apa jadi aku. Kalian kuat atau tidak, itu
urusan kalian. Aku tidak akan pernah peduli. Aku akan membuat kalian menyesal
mengabaikan aku, membuang aku, tak menggapku, menghinaku. Aku menulis ini saat
aku sedang merasakan semua itu. Sudah banyak air mata yang jatuh saat ku
tuliskan semua isi hatiku ini. Dengan nafas yang tersendat, hati yang penuh
dengan rasa sakit dan benci, bahkan dendam. Semoga kalian yang membaca, bisa
instropeksi diri. Bagaimana cara menghargai orang lain jika kalian ingin
dihargai. Cara memperlakukan orang dengan baik hingga tak ada hati yang
tersakiti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar